Talud Pemecah Ombak Ambruk, Pemda Dan DPRD MBD Diminta Tindak Tegas Kontraktor.

178

Tepa-basudewanews.com, Infrastruktur paket pekerjaan,Talud Pemecah Ombak pinggir pantai Desa Tepa hancur. Paket pekerjaan infrastruktur yang dikerjakan oleh,
CV.Putra Laitutun diduga tidak sesuai spek maupun Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Pekerjaan infrastruktur tersebut, menggunakan Dana Anggaran Umum (DAU)  tahun anggaran 2020, sebesar Rp. 2.800.000.000, sayangnya, pekerjaan yang selesai dikerjakan pada medio Desember 2020,kini hancur berkeping keping.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, pekerjaan proyek Talud dengan tanggal kontrak 26 Mei 2020, dengan masa pekerjaan selama 150 hari kerja, peket pekerjaan baru saja selesai pada medio Desember tahun 2020.
” Meski paket pekerjaan hancur, namun masih dalam masa pemeliharaan ”, ucap salah satu warga yang namanya tidak mau diunggah.

Ia menambahkan, paket pekerjaan Talud selesai di kerjakan dan mereka biarkan begitu saja tanpa di timbun sehingga, saat ombak musim barat tiba paket pekerjaan Talud tidak kuat menahan beban.
” Alhasil paket pekerjaan rusak dan parahnya, paket pekerjaan Talud bila dilihat seperti batu saja yang di susun karena campuran semen hampir tidak terlihat ”, ungkapnya kesal.

Hingga berita ini diunggah, Pemerintah Daerah Maluku Barat Daya atau Dinas Pekerjaan Umum (DPU) serta DPRD masih belum bisa dikonfirmasi terkait, apa sanksi yang dijatuhkan terhadap CV.Putra Laitutun yang mengakibatkan kerugian uang negara.
Jus.S.