Connect with us

Hukrim

Ricky Andreansyah Salah Satu Komplotan Sabu Latifah Jalani Sidang Perdana.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Ricky Andreansyah (terdakwa) asal Pulo Wonokromo Surabaya, adalah salah satu dari komplotan Latifah yang terlibat peredaran narkoba jenis sabu terpaksa jalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, pada medio Senin (1/2/2021).

Dipersidangan, Muzaki selaku, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pengganti, dalam dakwaannya, bahwa terdakwa secara sah melakukan perbuatan tindak pidana berupa, mengambil ranjauan narkotika jenis sabu yang dikemas dalam bungkus teh cina atas perintah Amir yang kini statusnya ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Usai, mengambil ranjauan terdakwa kembali jalani perintah Amir (DPO) guna meranjau sabu seberat 4 gram dan 2,5 gram di area Sepanjang Sidoarjo.

Lebih lanjut, pada medio awal Agustus 2020, terdakwa kembali melaksanakan perintah Amir (DPO) guna meranjau sabu seberat 50 gram di area Gapura Lawang Kabupaten Malang kemudian di pertengahan medio Agustus 2020, terdakwa meranjau sabu seberat 2 gram di jalan Bogowonto Surabaya, hingga akhirnya tertangkapnya terdakwa.

Adapun, barang bukti yang berhasil diamankan berupa, sabu 1 gram dalam bungkus teh cina, tas ransel hitam yang berisi sabu dengan berat total 226,5 gram, timbangan elektrik, 1 unit mobil jenis Livina dan motor matic Scoopy, 3 buah kartu ATM.

Atas perbuatannya, JPU menjerat pasal 114 ayat (2) atau pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Usai bacaan dakwaan, Majelis Hakim memberi kesempatan terhadap Steven Mandraguna selaku, Penasehat Hukum terdakwa. Dikesempatan yang diberikan Penasehat Hukum terdakwa tidak melakukan eksepsi dakwaan JPU.      MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Imam Safi’i Bin Amin Jual Ineks Di Cafe Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya, Diadili

Published

on

Basudewa – Surabaya, Imam Safi’i layani transaksi yang sengaja dilakukan pihak berwajib secara Under Cover berbuah ke meja hijau.

Proses hukum bagi Imam Safi’i yang ditetapkan sebagai terdakwa guna jalani proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Kamis (11/8/2022).

Dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, dalam bacaan dakwaannya, mengatakan, terdakwa telah menawarkan pil ineks warna biru, terhadap pihak berwajib yang menyamar guna melakukan Under Cover.

Transaksi dilakukan terdakwa tepatnya, di pub Phoenix Jalan.Kenjwran Surabaya. Akibat dari perbuatannya, JPU, menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 114 ayat (1) atau 112 ayat (1) Undang Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Sesi selanjutnya, JPU menghadirkan 2 orang saksi dari Kepolisian yang melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Adapun, ke-dua saksi diantaranya, yakni, Dedy Aprilianto dan Wisesa.

Dalam keterangannya, Dedy, mengatakan, terdakwa ditangkap atas penyalahgunaan ekstasi, pada minggu (20/3/2022), sekira pukul : 02.00 dini hari, di klub Phoenix, Jalan. Kenjeran Surabaya.

Dari penangkapan, ditemukan 2 butir ineks dalam tas terdakwa. Selanjutnya, dilakukan pengembangan ditemukan Barang Bukti BB pil ineks sebanyak 18 butir.

Masih menurut saksi, dari pengakuan terdakwa pil ineks didapat dari Bombay yang kini statusnya, ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Lebih lanjut, saksi menjelaskan, ineks sudah diedarkan oleh terdakwa. Dari peredaran ineks tersebut, terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya, yang dihargai sebesar 450 Ribu.

Terdakwa ditangkap, lantaran, setelah melakukan transaksi peredaran ineks dengan petugas.

Melalui agenda pemeriksaan, terdakwa mengaku, jika mengedarkan ineks diluar klub Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya.

Pengakuan terdakwa lainnya, tiap transaksi terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya.    TIM.

 

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending