Prostitusi Online Dibawah Umur Diamankan Polda Jatim.

45

Surabaya-basudewanews.com, – Praktik prostitusi online dengan wanita dibawah umur di Mojokerto berhasil diungkap Unit IV Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Jatim.

Pengungkapan tersebut, unit IV Subdit Cyber Ditreskimsus Polda Jatim, menetapkan satu tersangka berinisial OS (38), warga Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Mojokerto, Jatim untuk diamankan.

Dalam sesi jumpa pers, pada medio Senin (1/2/2021), Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Drs. Slamet Hadi Supraptoyo menjelaskan, dalam kasus ini bagian perekrut para korban sebagai Reseller yang didominasi masih dibawah umur. Perkiraan usia korban mulai dari 14 hingga16 tahun.
“Dimana rata-rata korban yang di rekrut  masih pelajar SMP dan SMA. Kemudian nanti mereka (korban) ditawarkan pelaku melalui media sosial WhatsApp (WA) dan juga Facebook “, bebernya.

Sedangkan modus yang digunakan untuk melancarkan aksinya, yaitu pelaku OS membuka sewa kos harian. Pelaku menjalankan bisnis esek-esek ini sudah berlangsung sejak dua tahun.
” Reseller tersebut diminta membuat akun Facebook dan WhatsApp dan bergabung di grup Facebook bernama Info Kos dan Kontrakan area Mojokerto atau Info Kos dan Kontrakan Mojokerto, Ngoro dan Pasuruan ”, katanya.

Setelah ada calon penyewa, transaksi dialihkan ke media sosial WhatsApp. Untuk tarif esek-esek sendiri, pelaku OS membandrol sekitar Rp250 sampai Rp650 ribu. Untuk anak-anak dibawah umur, OS menjual dengan tarif hingga jutaan rupiah.

Ia menambahkan, tersangka pernah menjual wanita panggilan dibawah umur.
” OS dalam prakteknya selama 2 tahun, pernah menjual wanita berusia pelajar kelas 8 SMP dengan tarif Rp1,3 juta ”, imbuhnya.

Dari hasil penangkapan polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 4 (empat) buah ponsel, uang tunai Rp1,3 juta dari saksi korban berinisial Mawar.

Selain mengamankan barang bukti, polisi menjerat perbuatan OS dengan Pasal 27 ayar 1 Jo. Pasal 45 ayat 1 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) tentang Prostitusi Daring dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara dan denda sebanyak 1 Milyard.                Arul.