Connect with us

Hukrim

Oknum Polisi Pacar Latifa, Jalani Sidang Agenda Saksi.

Published

on

Surabaya-basudewanees.com, Rizky Yuniar Purwantoro oknum polisi yang bertugas di Bangkalan Madura adalah kekasih Latifa alias Rara (27), warga Jalan Tenggumung, Surabaya.

Latifa alias Rara merupakan bandar sekaligus kurir telah bekerjasama dengan dua tersangka yang merupakan anggota aktif Polri salah satunya ialah Rizky Yuniar Purwantoro yang kini menjadi pesakitan untuk diadili secara virtual.

Dalam persidangan, Latifa dihadirkan ke persidangan virtual guna dimintai keterangan sebagai saksi lantaran, keduanya didakwa dalam berkas yang berbeda.

Dikesempatan tersebut, Febri Dirgantara selaku, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, dalam keterangan Latifa mengatakan, pacarnya turut serta meranjau sabu seberat 2,7 gram.
” selain turut mengantar juga menerima uang hasil penjualan”, ucapnya.

Hal lainnya, pacarnya juga menyaksikan sabu kiriman dari Abu dari Malaysia dan ditimbang olehnya.
” usai mengemas sabu kemudian diranjau di area jalan Lebak Timur Surabaya”, bebernya.

Selain mengantar, Rizky juga edarkan sabu dan ekstasi di area Magetan. Hal ini tidak disangkal oleh Rizky (terdakwa).    MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Imam Safi’i Bin Amin Jual Ineks Di Cafe Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya, Diadili

Published

on

Basudewa – Surabaya, Imam Safi’i layani transaksi yang sengaja dilakukan pihak berwajib secara Under Cover berbuah ke meja hijau.

Proses hukum bagi Imam Safi’i yang ditetapkan sebagai terdakwa guna jalani proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Kamis (11/8/2022).

Dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, dalam bacaan dakwaannya, mengatakan, terdakwa telah menawarkan pil ineks warna biru, terhadap pihak berwajib yang menyamar guna melakukan Under Cover.

Transaksi dilakukan terdakwa tepatnya, di pub Phoenix Jalan.Kenjwran Surabaya. Akibat dari perbuatannya, JPU, menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 114 ayat (1) atau 112 ayat (1) Undang Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Sesi selanjutnya, JPU menghadirkan 2 orang saksi dari Kepolisian yang melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Adapun, ke-dua saksi diantaranya, yakni, Dedy Aprilianto dan Wisesa.

Dalam keterangannya, Dedy, mengatakan, terdakwa ditangkap atas penyalahgunaan ekstasi, pada minggu (20/3/2022), sekira pukul : 02.00 dini hari, di klub Phoenix, Jalan. Kenjeran Surabaya.

Dari penangkapan, ditemukan 2 butir ineks dalam tas terdakwa. Selanjutnya, dilakukan pengembangan ditemukan Barang Bukti BB pil ineks sebanyak 18 butir.

Masih menurut saksi, dari pengakuan terdakwa pil ineks didapat dari Bombay yang kini statusnya, ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Lebih lanjut, saksi menjelaskan, ineks sudah diedarkan oleh terdakwa. Dari peredaran ineks tersebut, terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya, yang dihargai sebesar 450 Ribu.

Terdakwa ditangkap, lantaran, setelah melakukan transaksi peredaran ineks dengan petugas.

Melalui agenda pemeriksaan, terdakwa mengaku, jika mengedarkan ineks diluar klub Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya.

Pengakuan terdakwa lainnya, tiap transaksi terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya.    TIM.

 

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending