Connect with us

Parbud

Goa Pindul, Tawarkan Sensasi Berenang Didalam Goa.

Published

on

Yogyakarta-basudewanews.com, Goa Pindul di Kabupaten Gunung Kidul terletak sekitar 50 km dari pusat kota Yogyakarta. Gunung Kidul memang banyak mempunyai goa-goa indah yang banyak tertanam dibawah tanah.

Gunung kidul punya banyak daya tarik mulai kuliner, pantai, juga goa yang sudah pasti tidak mengecewakan untuk dicoba. Untuk wisata goa cobalah untuk berkunjung ke Goa Pindul yang terletak didesa Bejiharjo kecamatan Karangmojo kabupaten Gunung kidul Yogyakarta.

Goa Pindul menawarkan lekuk indah dari stalaktit juga stalakmitnya, selain menikmati keindahan dinding-dinding goa juga wajib dicoba sensasi berenang didalam goa dengan kedalaman sekitar 12 M.

Bagi pengunjung yang ingin menikmati sensasi Goa Pindul cukup dengan membayar Rp.40.000. Goa dengan panjang 35 meter dengan lebar 4 meter ini juga tersedia ban pelampung, jaket pelampung, pemandu, head lamp, juga asuransi yang menjadi bagian dari fasilitas yang di tawarkan.
“Biar gak ngantri idealnya nyampe sini itu sore, didesa ini banyak rumah warga yang bisa disewa untuk menginap, lalu pagi sarapan langsung start pengarungan”, ungkap pak Hasyim (45) pemandu asli desa Bejiharjo.

Goa Pindul yang resmi dibuka 10 Oktober 2010 ini berawal dari ide mahasiswa UGM yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) guna meneliti bebatuan dan kedalaman gua pindul. Berawal dari ide mahasiswa UGM tersebut, kini Goa Pindul dikunjungi hingga 1.500 orang per-hari.

Menurut informasi yang dihimpun dari Rudi Susanto sebagai, koordinator petugas penarikan retribusi Goa Pindul dan tentunya, telah mengangkat sektor ekonomi masyarakat setempat.                                BW.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Parbud

Pariwisata Nusantara Segera Dibuka Lagi. CHSE dan Protokol Kesehatan Jadi Syarat Mutlak

Published

on

Ini Penjelasan Mas Menteri Sandiaga Uno

Jakarta-basudewanews.com, Pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat segera terjadi, seiring terkendalinya pandemi Covid-19. Pemerintah, melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bakal segera membuka kembali sektor pariwisata nusantara.

Seiring hal tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengingatkan kembali seluruh pihak terkait untuk bersiap, dan meminta agar mereka mematuhi protokol kesehatan.

Menparekraf juga mengingatkan penerapan sertifikasi Cleanliness, Health, Safety dan Environment Sustainability (CHSE) untuk dapat dipatuhi para pelaku usaha. Sehingga diharapkan pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat segera terjadi.

“Rumusnya dalam pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif adalah satu, yaitu penanganan Covid-19,” tegas Sandiaga Uno.

Pesan dan arahan Sandiaga Uno disampaikan saat talkshow virtual yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bertema ‘Sektor Pariwisata Bersiap Bangkit, Prokes Covid 19 Tetap Diterapkan’, Rabu (29/9/2021).

Kesungguhan pemerintah dalam mengakhiri pandemi Covid-19 menurutnya dibuktikannya lewat penghargaan yang diterima Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Global Tourism Forum.

Presiden Jokowi memperoleh penghargaan sebagai tokoh pariwisata dunia karena kewaspadaan serta penanganan Covid-19 yang dinilai komunitas pariwisata dunia patut dicontoh oleh negara lain.

“Tentunya ini tidak boleh membuat kita jumawa, kita harus tetap berhati-hati dan saya melihat ada titik terang pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi lewat penerapan CHSE,” ungkap Sandiaga Uno.

Pentingnya penerapan CHSE yang menjadi standar utama atau gold standard itu, menurutnya akan disempurnakan lewat integrasi Aplikasi Peduli Lindungi. Sehingga, tak hanya mengontrol kasus covid-19, lewat CHSE dan Aplikasi Pedulilindungi juga diharapkan dapat menghadirkan rasa aman dan rasa nyaman bagi para wisatawan.

“CHSE adalah kerja bersama, semua berkolaborasi. Sebagai gold standard, sertifikasi ini akan diintegrasikan dengan Aplikasi Peduli Lindungi,” pesan Sandiaga Uno.

Kemenparekraf pun akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Asosiasi Desa Wisata Indonesia (Asidewi) sebagai garda terdepan. Bersamaan dengan hal tersebut, Kemenparekraf berkolaborasi dengan seluruh pihak kini tengah mengakselerasi vaksinasi Covid-19.

Langkah lain, Kemenparekraf juga menyiapkan sejumlah skenario untuk pembukaan pariwisata, termasuk melakukan upskill dan reskill tenaga kerja pariwisata agar dapat menerapkan CHSE dalam kegiatan parekraf.

“Kita pantau situasi, karena Kemenkes mengabarkan akan ada varian Covid-19 baru dan gelombang ketiga, jadi kita harus persiapkan diri jauh lebih baik. Apalagi kita akan membuka pariwisata untuk mancanegara ini, harus kita lakukan dengan penuh kehati-hatian dan kewaspadaan,” harap Mas Menteri Sandiaga Uno. CEB

Lanjutkan Membaca

Trending