Connect with us

Daerah

Deklarasi  FCMA dan Penandatangan Naskah Deklarasi Oleh Pendiri.

Published

on

Dobo-basudewanews.com, Melihat kondisi Aru yang selama ini tidak ada kemajuan, keterpurukan disemua bidang karena kurangnya pengawasan masyarakat sehingga, membangkitkan semangat beberapa oknum pemuka pemuda Aru untuk membentuk sebuah Organisasi yang di beri nama Forum Corong Masyarakat Aru (FCMA).

Keterlibatan semua etnis di Aru dalam Organisasi FCMA untuk mengawal kinerja Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru dan membangun kerja sama.

Agenda deklarasi berlangsung di Cafe Rumoun Bambu, jalan Pandopo I Kelurahan Siwalima Kabupaten Kepulauan Aru.

Tampak dilapangan, Gustap Orun sebagai pendiri maupun Lasarus Siarukin,Dodi Botmir,Azis Goin,Hendrik Dumgair,Hard Darakay serta para tokoh Adat dan toko Agam juga turut hadir sebagai tamu undangan.

Di kesempatan agenda tersebut, Gustap Orun ,menyampaikan pesannya, yaitu, hari ini kita berada pada suatu Deklarasi Organisasi Kemasyarakatan yang kami namakan Forum Corong Masyarakat Aru (FCMA). Forum ini di Gagas karena saya berpikir Kabupaten Kepulauan Aru untuk perkembangan ke depan sangat membutuhkan suatu Organisasi yang bisa eksis dalam keterlibatan kita semua sebagai tokoh pemuda,masyarakat,adat dan agama,bisa sama sama dengan Pemerintah Daerah Aru untuk membangun daerah ini ke depan.

Ia menambahkan, perlu saya sampaikan bahwa kabupaten kepulauan aru ini perlu kita kawal bersama sehingga kita bisa merasakan keindahan kenyamanan suatu kabupaten yang maju dan layak.
” bersama organisasi FCMA kepedulian masyarakat sebagai mitra pemerintah guna meningkatkan keadilan dalam rangka mewudkan penegakan hukum bagi masyarakat dengan berlandaskan kepada hak asasi manusia yang mengedepankan budaya, toleransi, keterbukaan,wacana kebangsaan indonesia serta sarana merekrut kader tanpa memandang latar belakang dan aliran politik”, paparnya,

Hal ia sampaikan, menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran serta tanggung jawab moral maupun sosial di tengah tengah masyarakat Aru guna mencegah menangkal, menanggulangi dan mengantisipasi berbagai masalah sosial kemasyarakatan serta tak lepas juga untuk meningkatkan kerja sama antara masyarakat pribumi Aru dan masyarakat non pribumi di Aru.

Harapan guna menumbuhkan semangat membangun Kabupaten Kepulauan Aru di antara sesama anggota FCMA maupun masyarakat secara luas dengan berlandaskan kepribadian yang berpengetahuan dan memiliki ketrampilan.
” tiap-tiap anggota FCMA dan masyarakat di Aru dituntut mampu menjalin toleransi dalam kehidupan bermasyarakat dalam satu persatuan tanpa membedakan agama, suku, maupun ras”, ungkapnya.

Di ujung deklarasi diwarnai sesi tanda tangan teks deklarasi oleh para penggagas pendiri dan tokoh masyarakat sebagai suatu keabsaan pembentukan sebuah organisasi untuk di tindak lanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.                                                                                  Jus.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Putusan Pengadilan Kasus Pembunuhan Berakhir Ricuh

Published

on

Basudewa – Kepulauan Aru, Sidang agenda bacaan putusan kasus pembunuhan terhadap Ari Binar di Pengadilan Negeri Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, berakhir ricuh.

Kericuhan timbul lantaran, keluarga korban melampiaskan emosi kepada Sang Pengadil yang menjatuhkan vonis terhadap terdakwa Korneles Pulamajen alias Nus selama 15 tahun penjara.

Juru bicara Pengadilan Negeri Dobo, Herdian Eka Putramanto kepada awak media mengatakan, kericuhan itu terjadi usai sidang sekitar pukul 13.10 WIT siang tadi, Rabu (23/11-2022)

” Kericuhan dipicu lantaran pihak keluarga tidak puas atau tidak terima atas bacaan putusan Sang Pengadil, terhadap terdakwa. Putusan 15 tahun penjara tidak sesuai dengan tuntutan JPU yang menuntut terdakwa dengan pidana penjara 17 tahun ,” ungkapnya.

Padahal, terhadap amar putusan tersebut, Sang Pengadil telah menyampaikan, hak terdakwa maupun JPU terhadap putusan yang telah dibacakan. Apabila pihak terdakwa maupun JPU sependapat dengan putusan tersebut, maka dapat menerima namun apabila tidak sempendapat dapat melakukan upaya hukum berupa banding, kasasi maupun PK ,” ujarnya.

Atas putusan tersebut, pihak JPU menyatakan, sikap pikir-pikir. Sedangkan, terdakwa menyatakan menerima.

Lebih lanjut, akibat kejadian ini, pintu ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pengadilan Negeri Dobo bagian kiri pecah terkena lemparan batu dari dari salah satu oknum keluarga korban.

” Perlu kami sampaikan kepada masyarakat terkait segala bentuk ketidakpuasan terhadap hasil Sang Pengadil bukan semata – mata merupakan langkah terakhir namun, masih adanya upaya hukum yang dapat ditempuh bagi para pihak yang merasa tidak puas dengan putusan Sang Pengadil ,” paparnya.     Kabiro Maluku.

Lanjutkan Membaca

Trending