Owner PT. Golden Hexindo Indonesia Somasi PIL , Diduga Lantaran Kerap Cek-Cok.

204

Surabaya-basudewanews.com, Jalinan hubungan affairs atau hubungan tidak sebagaimana mestinya antara E selaku, owner PT.Golden Hexindo Indonesia dengan karyawan yang berinisial A sebagai Pria Idaman Lain (PIL) berakhir polemik dan memicu owner melakukan somasi kerugian secara materiil.

Tidak main-main, owner melakukan somasi hingga ketiga kali membuat A sebagai Pria Idaman Lain (PIL) kian panik sehingga, melakukan upaya klarifikasi melalui, Soegeng Hari Kartono yang di beri kuasa sebagai Penasehat Hukumnya. Sayang, upaya klarifikasi tersebut,  E (owner perusahaan) tidak bisa hadir.

Menurut informasi yang telah dihimpun tim basudewanews.com, melalui A (PIL) menyatakan pengakuannya, bahwa ia dengan E selaku owner PT.Golden Hexindo Indonesia ada hubungan spesial dan sudah berjalan selama 4 tahun.

Masih menurutnya, jalinan hubungan berawal saat ia diterima bekerja di PT.Golden Hexindo Indonesia selang berikutnya, ia memiliki ekspektasi mencari penghasilan sampingan berupa jual beli mobil bekas.
” Keinginan A justru di dukung oleh E selaku, owner PT.Golden Hexindo Indonesia. Atas dukungan tersebut, justru hubungan mereka semakin intim “, paparnya.

Hubungan spesial, yang telah berjalan 4 tahun kini kerap mengalami cek-cok lantaran, istri A mengetahui hubungan cinta segitiga.

Pada medio (9/1/2021),di rumah orang tua A (PIL) pernah didatangi 4 orang suruhan E guna mengantar surat somasi yang kedua kalinya. Selanjutnya, pada medio (12/1/2021), rumah A PIL didatangi 6 orang suruhan serta bertamu di rumah Ketua RT (rukun tetangga) menyampaikan maksud datang ke rumah A (PIL) .

Pada medio (13/1/2021), orang suruhan E kembali datang mengantar surta somasi yang isinya bahwa kerugian materiil semakin tinggi serta memberikan batas waktu sepekan agar A (PIL) bisa memenuhi pertanggungjawaban.

Secara terpisah, Soegeng Hari Kartono selaku, Penasehat Hukum saat ditemui basudewanews.com, mengatakan, bahwa dari surat somasi yang pertama hingga ke tiga kalinya yang menyatakan nilai kerugian materiilnya berubah-ubah atau semakin besar.
“Surat somasi yang pertama secara rinci tertuang nilai 200 juta. Sedangkan, somasi yang kedua nilainya menjadi sekitar 400 juta dan di surat somasi ketiga nilainya menjadi sekita 500 juta”, paparnya.

Ia menambahkan, dari somasi tersebut, tidak mempunyai nilai yang pasti yang mana harus kita selesaikan. Sehingga pihaknya, membalas surat somasi guna mengundang E datang ke kantornya.

Terkait, surat balasan ini, bukan berarti klienya diartikan terkesan sudah komitmen. Padahal belum ada komitmen apapun melainkan upaya menyelesaikan”, pungkasnya.

Hingga berita ini diunggah, E selaku, owner PT.Golden Hexindo Indonesia, belum bisa ditemui guna di konfirmasi.                      MET.