Connect with us

Parbud

Desa Edelweiss Wujud Nyata Sinergi Taman Nasional Dan Masyarakat.

Published

on

Pasuruan-basudewanews.com, Sebuah wujud sinergi antara Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah melahirkan desa wisata Edelweiss. Keberadaan desa wisata Eldeweiss yada di dua tempat yaitu, desa Wonokitri Kabupaten Pasuruan & desa Ngadisari kabupaten Probolinggo.

Edelweiss atau Tanah Layu kalau orang tengger menyebutnya. Konon sebutan Tanah Layu diambil dari bahasa sansekerta yang artinya, tidak layu atau abadi.

Bunga ini tidak bisa layu dan hanya tumbuh didaerah tertentu, sehingga menjadi daya tarik orang untuk memilikinya tapi terganjal oleh, regulasi Larangan untuk mengambil atau memetiknya.
“Dengan dibukanya desa wisata ini siapa saja bisa datang, belajar budidaya Edelweiss, juga ada souvenir edelweiss, yang tentunya sudah legal atau resmi “, ujar Syarif Hidayat humas TNBTS.

Tidak hanya belajar tentang Edelweiss ditempat ini juga dibangun spot foto buat siapa saja yang ingin narsis dengan latar belakang keindahan alam pegunungan tengger.

Launching festival desa Edelweiss , desa Wonokitri dan Desa Ngadisari, sebagai Penyangga Taman Nasional BTS merupakan terobosan yg baik dalam mensinergikan konservasi dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa sekaligus memberikan ruang kepada masyarakat untuk tetap melakukan upacara tradisional yang menggunakan bunga edelweiss sebagai komponen sudah tidak lagi mengambil di kawasan, namun cukup mememetik dari halaman rumah mereka sendiri.                                                   BW.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Parbud

Pariwisata Nusantara Segera Dibuka Lagi. CHSE dan Protokol Kesehatan Jadi Syarat Mutlak

Published

on

Ini Penjelasan Mas Menteri Sandiaga Uno

Jakarta-basudewanews.com, Pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat segera terjadi, seiring terkendalinya pandemi Covid-19. Pemerintah, melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bakal segera membuka kembali sektor pariwisata nusantara.

Seiring hal tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengingatkan kembali seluruh pihak terkait untuk bersiap, dan meminta agar mereka mematuhi protokol kesehatan.

Menparekraf juga mengingatkan penerapan sertifikasi Cleanliness, Health, Safety dan Environment Sustainability (CHSE) untuk dapat dipatuhi para pelaku usaha. Sehingga diharapkan pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat segera terjadi.

“Rumusnya dalam pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif adalah satu, yaitu penanganan Covid-19,” tegas Sandiaga Uno.

Pesan dan arahan Sandiaga Uno disampaikan saat talkshow virtual yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bertema ‘Sektor Pariwisata Bersiap Bangkit, Prokes Covid 19 Tetap Diterapkan’, Rabu (29/9/2021).

Kesungguhan pemerintah dalam mengakhiri pandemi Covid-19 menurutnya dibuktikannya lewat penghargaan yang diterima Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Global Tourism Forum.

Presiden Jokowi memperoleh penghargaan sebagai tokoh pariwisata dunia karena kewaspadaan serta penanganan Covid-19 yang dinilai komunitas pariwisata dunia patut dicontoh oleh negara lain.

“Tentunya ini tidak boleh membuat kita jumawa, kita harus tetap berhati-hati dan saya melihat ada titik terang pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi lewat penerapan CHSE,” ungkap Sandiaga Uno.

Pentingnya penerapan CHSE yang menjadi standar utama atau gold standard itu, menurutnya akan disempurnakan lewat integrasi Aplikasi Peduli Lindungi. Sehingga, tak hanya mengontrol kasus covid-19, lewat CHSE dan Aplikasi Pedulilindungi juga diharapkan dapat menghadirkan rasa aman dan rasa nyaman bagi para wisatawan.

“CHSE adalah kerja bersama, semua berkolaborasi. Sebagai gold standard, sertifikasi ini akan diintegrasikan dengan Aplikasi Peduli Lindungi,” pesan Sandiaga Uno.

Kemenparekraf pun akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Asosiasi Desa Wisata Indonesia (Asidewi) sebagai garda terdepan. Bersamaan dengan hal tersebut, Kemenparekraf berkolaborasi dengan seluruh pihak kini tengah mengakselerasi vaksinasi Covid-19.

Langkah lain, Kemenparekraf juga menyiapkan sejumlah skenario untuk pembukaan pariwisata, termasuk melakukan upskill dan reskill tenaga kerja pariwisata agar dapat menerapkan CHSE dalam kegiatan parekraf.

“Kita pantau situasi, karena Kemenkes mengabarkan akan ada varian Covid-19 baru dan gelombang ketiga, jadi kita harus persiapkan diri jauh lebih baik. Apalagi kita akan membuka pariwisata untuk mancanegara ini, harus kita lakukan dengan penuh kehati-hatian dan kewaspadaan,” harap Mas Menteri Sandiaga Uno. CEB

Lanjutkan Membaca

Trending