Desa Edelweiss Wujud Nyata Sinergi Taman Nasional Dan Masyarakat.

46

Pasuruan-basudewanews.com, Sebuah wujud sinergi antara Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah melahirkan desa wisata Edelweiss. Keberadaan desa wisata Eldeweiss yada di dua tempat yaitu, desa Wonokitri Kabupaten Pasuruan & desa Ngadisari kabupaten Probolinggo.

Edelweiss atau Tanah Layu kalau orang tengger menyebutnya. Konon sebutan Tanah Layu diambil dari bahasa sansekerta yang artinya, tidak layu atau abadi.

Bunga ini tidak bisa layu dan hanya tumbuh didaerah tertentu, sehingga menjadi daya tarik orang untuk memilikinya tapi terganjal oleh, regulasi Larangan untuk mengambil atau memetiknya.
“Dengan dibukanya desa wisata ini siapa saja bisa datang, belajar budidaya Edelweiss, juga ada souvenir edelweiss, yang tentunya sudah legal atau resmi “, ujar Syarif Hidayat humas TNBTS.

Tidak hanya belajar tentang Edelweiss ditempat ini juga dibangun spot foto buat siapa saja yang ingin narsis dengan latar belakang keindahan alam pegunungan tengger.

Launching festival desa Edelweiss , desa Wonokitri dan Desa Ngadisari, sebagai Penyangga Taman Nasional BTS merupakan terobosan yg baik dalam mensinergikan konservasi dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa sekaligus memberikan ruang kepada masyarakat untuk tetap melakukan upacara tradisional yang menggunakan bunga edelweiss sebagai komponen sudah tidak lagi mengambil di kawasan, namun cukup mememetik dari halaman rumah mereka sendiri.                                                   BW.