Connect with us

Peristiwa

Di PHK Secara Sepihak, PT.Ragam Putra Utama Dilaporkan Ke Polda Jatim Oleh,11 Karyawannya.

Published

on

Surabaya- basudewanews.com, 11 karyawan di berhentikan secara sepihak oleh, PT Ragam Putra Utama (RPU) tanpa pesangon dan belum memenuhi pembayaran upah selama 5 tahun melalui Penasehat Hukumnya 11 karyawan melapor ke Polda Jatim.

Perusahaan bidang karoseri yang beralamat di Jalan Raya Gilang Nomor 2, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, berselisih dengan para mantan karyawan hingga berujung gagalnya upaya be partit (musyawarah) maka upaya hukum ditempuh beberapa karyawannya melalui Penasehat Hukumnya yaitu, Dedy Otto dan Achmad David Firmansyah berupa, membawa perselisihan ke ranah hukum yaitu, dilaporkannya PT.RPU ke Polda Jatim.

Sebelum melangkah ke ranah hukum, PT.RPU tidak pernah hadiri pemanggilan Disnaker Kabupaten Sidoarjo hingga beberapa kali.

Secara terpisah, disampaikan Otto Rudi, selaku, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), mengatakan, ia berharap, ada upaya penyelesaian sesuai peraturan yang berlaku. Namun sayangnya, PT RPU tidak ada upaya guna menyelesaikan.
” Sebenarnya para karyawan berpijak pada be partit (musyawarah) namun tidak ada upaya penyelesaian dari PT.RPU maka ia mengambil langkah upaya hukum”, ujarnya.

Langkah lanjutan, adanya dugaan pelarangan berserikat ia akan mengajukan Perjanjian Kerja Bersama (PKB).
” Dengan adanya berserikat maka peraturan perusahaan bahwa karyawan adalah mitra kerja tidak berlaku yang ada peraturan kerja bersama yaitu, gajinya berapa, jam kerja berapa, tunjangan berapa dan lain-lainnya”, bebernya.

Masih menurutnya, dalam Undang-Undang Kerja gaji karyawan harusnya ada kesepakatan. Bukannya kita mau melanggar Undang-undang pada masa Pandemi, kita memahami keadaan dan ini saja ditolak oleh perusahaan maka kami mengambil upaya hukum guna memberikan efek jera pada perusahaan.

Hingga berita diunggah, pihak Disnaker Kabupaten Sidoarjo maupun PT. RPU masih belum bisa dikonfirmasi lantaran, terkendala suasana Pandemi Covid 19.                    MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Peristiwa

Jelang Hari Pahlawan Solidaritas Wartawan Surabaya Gelar Doa Bersama

Published

on

Basudewa – Surabaya, Memperingati hari Pahlawan menjadi prioritas tersendiri bagi insan pers di Surabaya. Kebanggaan dan semangat juang “Arek Arek Suroboyo” yang di kobarkan melalui, siaran pers dari Bung Tomo menjadi Spirit tersendiri bagi generasi sekarang.

Mengingat adanya, peristiwa yang terjadi di depan Hotel Yamato pada 10 November 1945 menjadi sebuah peristiwa berdarah juga sebagai perang semesta yang melibatkan peran Pers kala itu.

Pentingnya, informasi di saat genting seperti itu, menjadi pedoman bagi perkembangan pergerakan yang akan di lakukan oleh, Arek Suroboyo untuk melancarkan serangan kepada pihak penjajah.

Perihal sejarah tersebut, dalam rangka memperingati 10 November 1945, solidaritas wartawan Surabaya, menggelar ” Tahlil Doa Bersama ” di Monumen Pers Jalan. Tunjungan nomor 100 Surabaya.

Disesi agenda tersebut, nampak di hadiri oleh, beberapa wartawan dari media Online mengingatkan insan pers, bahwa tetenger atau Monumen Pers ini, adalah sebuah kebanggaan bersama dan sudah sepatutnya wartawan yang memiliki semangat juang wajib melestarikan nilai nilai juang yang di wariskan oleh para pendiri bangsa.

Solidaritas Wartawan Surabaya, hanya ingin melestarikan dan mewarisi Spirit dari perjuangan pada 10 November 1945.

Berdasarkan niat tulus yang di lakukan oleh, sekelompok wartawan ini, tidak lebih dari rasa syukur dan mengenang semangat saat pertempuran waktu itu.

Adapun tokoh masyarakat mantan Anggota Dewan tahun 80 an bernama Marzuki juga turut Hadir dalam acara tersebut.

Marzuki berharap, pada wartawan muda yang memiliki semangat dan spirit juang seperti pendahulunya.

” Wartawan itu bukan sesuatu yang remeh, dia adalah pilar ke 4 negara, jadi masa depan bangsa tergantung juga pada wartawan. Maka dari itu, sangatlah tepat bila kalian mengadakan tahlil atau kegiatan di sini, sebab Monumen Pers adalah milik para wartawan atau insan pers. Siapapun tidak ada yang bisa menggantikannya ,” tutur Marzuki.

Sedangkan, Sekretaris Solidaritas Wartawan Surabaya, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua AWS (Aliansi Wartawan Surabaya), yakni, Kiki Kurniawan, sangat berterima kasih kepada seluruh rekan rekan yang hadir dalam acara Tahlil dan Silaturahmi di Monumen Pers ini.

” Saya sangat berterima kasih kepada seluruh rekan rekan yang sudah mensupport kegiatan ini, meskipun acara ini sangat sederhana namun doa yang kita sampaikan kepada Sang Pencipta semoga menjadi alat komunikasi bagi para pejuang Pers yang telah mendahului kita semua ,” ujarnya.

Kami memang sengaja tidak membuat proposal ataupun surat edaran yang berujung pada penggalian dana. Sebab ini, murni gerakan Moral, jadi sangatlah tidak pantas apabila kita mencari sokongan dana dengan meminta ke sana kemari padahal tujuan kita untuk berdoa, buktinya, dengan menyisihkan uang pribadi kita bisa menyelenggarakan acara tersebut.

” Ini bukti solidaritas, jadi percuma ngomong solidaritas kalau kita tidak bisa mewujudkan dalam kehidupan nyata. Jadi singkatnya, rekan rekan mengajak kepada seluruh wartawan Surabaya kembali mengingat bahwa Monumen Pers Surabaya adalah milik kita bersama dan bukan milik seseorang ataupun golongan ,” seru Kiki.

Sesuai rencana, gerakan solidaritas ini, akan terus di bangun. Selama untuk kepentingan bangsa.

Hal seperti inilah yang diinginkan oleh, beberapa rekan wartawan Surabaya, yang hadir pada acara tersebut.

” Gerakan ini, patut di lestarikan untuk memberikan edukasi kepada wartawan muda generasi penerus bangsa bahwa nilai juang patut di wariskan ,” pungkasnya.  MET.

Lanjutkan Membaca

Trending