Connect with us

Parbud

Percikan Kesegaran Di Ketinggian 900 mdpl Kusuma Waterpark.

Published

on

Batu-basudewanews.com, Aneka pilihan destinasi wisata area Kotamadya Batu, memicu masyarakat guna mengetahui secara detail sebelum beranjak mengunjungi destinasi seperti gunung, pantai, perkotaan, atau budaya.

Menggali guna memastikan pilihan destinasi wisata sesuai hobi atau yang disuka paling penting dipertimbangkan adalah mencari destinasi wisata murah meriah, seperti halnya, Kusuma Waterpark.

Wisata air merupakan destinasi yang paling banyak diminati anak-anak maupun dewasa. Selain pantai, waterpark atau kolam renang bisa menjadi pilihan alternatif. Kusuma waterpark, salah satu tempat wisata air ditengah perkebunan apel, jeruk, jambu, juga strawberry bisa menjadi rujukan wisata murah tapi tidak murahan.

Kolam renang dengan ketinggian 900 mdpl akan memberi sensasi berenang dengan menikmati suasana kota Batu dari ketinggian. Sarana berenang Kusuma Waterpark berlokasi hanya  3 kilo meter dari alun-alun kota batu.

Dari alun-alun kota Batu, bisa ditempuh dengan sarana ojek yang bertarif Rp.5000,
selain sarana ojek yang murah, Kusuma Waterpark banyak menawarkan harga promo tiket mulai Rp. 25.000 untuk weekend dan potongan harga 50 % untuk pengunjung ber KTP ( Kartu Tanda Penduduk) Malang.

Selain tiket masuk waterpark, jika ingin menggunakan ban kita cukup menyewa Rp.10.000 untuk single, Rp.20.000 untuk yang double.
“Sudah 4 jam kita main dikolam renang ini, gak bosen karena banyak permainan untuk anak-anak saya “, ujar Lasmi salah satu pengunjung asal Mojokerto.

Sebelum berkunjung ke Kusuma waterpark cobalah untuk mencari (searching di internet) harga promo untuk tiketnya, karena banyak agen wisata di sekitar kota Batu menawarkan dengan harga cuma Rp.10.000 per orang.                                                     BW.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Parbud

Pariwisata Nusantara Segera Dibuka Lagi. CHSE dan Protokol Kesehatan Jadi Syarat Mutlak

Published

on

Ini Penjelasan Mas Menteri Sandiaga Uno

Jakarta-basudewanews.com, Pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat segera terjadi, seiring terkendalinya pandemi Covid-19. Pemerintah, melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bakal segera membuka kembali sektor pariwisata nusantara.

Seiring hal tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengingatkan kembali seluruh pihak terkait untuk bersiap, dan meminta agar mereka mematuhi protokol kesehatan.

Menparekraf juga mengingatkan penerapan sertifikasi Cleanliness, Health, Safety dan Environment Sustainability (CHSE) untuk dapat dipatuhi para pelaku usaha. Sehingga diharapkan pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat segera terjadi.

“Rumusnya dalam pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif adalah satu, yaitu penanganan Covid-19,” tegas Sandiaga Uno.

Pesan dan arahan Sandiaga Uno disampaikan saat talkshow virtual yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bertema ‘Sektor Pariwisata Bersiap Bangkit, Prokes Covid 19 Tetap Diterapkan’, Rabu (29/9/2021).

Kesungguhan pemerintah dalam mengakhiri pandemi Covid-19 menurutnya dibuktikannya lewat penghargaan yang diterima Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Global Tourism Forum.

Presiden Jokowi memperoleh penghargaan sebagai tokoh pariwisata dunia karena kewaspadaan serta penanganan Covid-19 yang dinilai komunitas pariwisata dunia patut dicontoh oleh negara lain.

“Tentunya ini tidak boleh membuat kita jumawa, kita harus tetap berhati-hati dan saya melihat ada titik terang pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi lewat penerapan CHSE,” ungkap Sandiaga Uno.

Pentingnya penerapan CHSE yang menjadi standar utama atau gold standard itu, menurutnya akan disempurnakan lewat integrasi Aplikasi Peduli Lindungi. Sehingga, tak hanya mengontrol kasus covid-19, lewat CHSE dan Aplikasi Pedulilindungi juga diharapkan dapat menghadirkan rasa aman dan rasa nyaman bagi para wisatawan.

“CHSE adalah kerja bersama, semua berkolaborasi. Sebagai gold standard, sertifikasi ini akan diintegrasikan dengan Aplikasi Peduli Lindungi,” pesan Sandiaga Uno.

Kemenparekraf pun akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Asosiasi Desa Wisata Indonesia (Asidewi) sebagai garda terdepan. Bersamaan dengan hal tersebut, Kemenparekraf berkolaborasi dengan seluruh pihak kini tengah mengakselerasi vaksinasi Covid-19.

Langkah lain, Kemenparekraf juga menyiapkan sejumlah skenario untuk pembukaan pariwisata, termasuk melakukan upskill dan reskill tenaga kerja pariwisata agar dapat menerapkan CHSE dalam kegiatan parekraf.

“Kita pantau situasi, karena Kemenkes mengabarkan akan ada varian Covid-19 baru dan gelombang ketiga, jadi kita harus persiapkan diri jauh lebih baik. Apalagi kita akan membuka pariwisata untuk mancanegara ini, harus kita lakukan dengan penuh kehati-hatian dan kewaspadaan,” harap Mas Menteri Sandiaga Uno. CEB

Lanjutkan Membaca

Trending