Connect with us

Daerah

ASN PN Surabaya, Layak Di Vaksin Karena Pelayan Pencari Keadilan.

Published

on

B

Surabaya-Basudewanews.com, Lockdown tahap III, adalah bentuk bahwa pandemi covid 19 terus menghantui khususnya, di lingkup Pengadilan Negeri Surabaya.

Hal ini tidak dipungkiri, pada medio Kamis (14/1/2021), diketahui ada 4 orang terindikasi covid 19 sehingga Pengadilan Negeri Surabaya, memberlakukan seluruh ASN menjalani pemeriksaan SWAB atau PCR. Alhasil, pemeriksaan SWAB telah diketahui 11 orang terpapar covid 19.

Melalui data yang dihimpun dari Humas PN Surabaya, jumlah keseluruhan para ASN yang terpapar 15 orang dan yang terbanyak terpapar adalah Panitera Pengganti.

Menyikapi virus tersebut, arahan Pengadilan Tinggi Surabaya, agar Pengadilan Negeri Surabaya, melakukan Lockdown.

Lantas cukupkah hanya dengan memberlakukan lockdown hingga ketiga kalinya?.

Sudah selayaknya, Pemerintah Provinsi Jatim maupun Pemerintah Kota Surabaya, guna mengutamakan para ASN maupun para Wakil Tuhan (Hakim) lebih diutamakan
Vaksin Sinovac karena sebagai pelayan publik atau pelayan pencari keadilan.

Hal tersebut, diamini oleh, Martin Ginting selaku, Humas Pengadilan Negeri Surabaya.
Melalui, layanan pesan Via WhatsApp, ia menyampaikan, ” semestinya kami lebih diutamakan Vaksin Sinovac ( Vaksin Yang terbaik )”, ucapnya.

Ia menambahkan, para ASN Pengadilan Negeri Surabaya maupun para Hakim sangat rentan karena intensitas bertemu publik sangat tinggi.

Hal lain, ia meneruskan himbauan dari Joni selaku, Ketua Pengadilan Negeri Surabaya, bahwa seluruh ASN maupun pencari keadilan di Pengadilan Negeri Surabaya, agar tetap patuh kepada Protokol Kesehatan.

Dalam areal PN Surabaya, akan terus melakukan upaya meminimalisir penyebaran virus untuk ditekan seminimal mungkin agar bencana Pandemi Covid 19 segera hilang dari Bumi Nusantara khususnya, dari kota surabaya.                                               MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Putusan Pengadilan Kasus Pembunuhan Berakhir Ricuh

Published

on

Basudewa – Kepulauan Aru, Sidang agenda bacaan putusan kasus pembunuhan terhadap Ari Binar di Pengadilan Negeri Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, berakhir ricuh.

Kericuhan timbul lantaran, keluarga korban melampiaskan emosi kepada Sang Pengadil yang menjatuhkan vonis terhadap terdakwa Korneles Pulamajen alias Nus selama 15 tahun penjara.

Juru bicara Pengadilan Negeri Dobo, Herdian Eka Putramanto kepada awak media mengatakan, kericuhan itu terjadi usai sidang sekitar pukul 13.10 WIT siang tadi, Rabu (23/11-2022)

” Kericuhan dipicu lantaran pihak keluarga tidak puas atau tidak terima atas bacaan putusan Sang Pengadil, terhadap terdakwa. Putusan 15 tahun penjara tidak sesuai dengan tuntutan JPU yang menuntut terdakwa dengan pidana penjara 17 tahun ,” ungkapnya.

Padahal, terhadap amar putusan tersebut, Sang Pengadil telah menyampaikan, hak terdakwa maupun JPU terhadap putusan yang telah dibacakan. Apabila pihak terdakwa maupun JPU sependapat dengan putusan tersebut, maka dapat menerima namun apabila tidak sempendapat dapat melakukan upaya hukum berupa banding, kasasi maupun PK ,” ujarnya.

Atas putusan tersebut, pihak JPU menyatakan, sikap pikir-pikir. Sedangkan, terdakwa menyatakan menerima.

Lebih lanjut, akibat kejadian ini, pintu ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pengadilan Negeri Dobo bagian kiri pecah terkena lemparan batu dari dari salah satu oknum keluarga korban.

” Perlu kami sampaikan kepada masyarakat terkait segala bentuk ketidakpuasan terhadap hasil Sang Pengadil bukan semata – mata merupakan langkah terakhir namun, masih adanya upaya hukum yang dapat ditempuh bagi para pihak yang merasa tidak puas dengan putusan Sang Pengadil ,” paparnya.     Kabiro Maluku.

Lanjutkan Membaca

Trending